11/10/2009

 

DO'A MENCAPAI SUKSES DALAM USAHA


Sering terjadi di antara kita keinginan untuk mempengaruhi calon mitra
usaha, client bisnis atau orang lain yang kita punya hajat darinya,
agar rencana kita berhasil. Bermacam-macam cara dilakukan oleh
manusia, ada yang ke dukun, ada yang ke “orang pinter”. Tentu bagi
seorang muslim cara ini dilarang.

Sebenarnya mempengaruhi orang lain ada dua macam: ada yang baik dan
postif dan ada yang buruk dan negatif. Mempengaruhi orang lain
sebenarnya berada dalam dimensi psikologis dan juga kadang-kadang
dalam dimensi logis. Kadang-kadang juga kedua-keduanya sejalan, dan
ada kalanya keduanya tidak sejalan. Ada yang hanya memfokuskan pada
dimensi logis, dan berusaha keras mempengaruhi orang lain dengan cara
ini, tapi tidak jarang mereka gagal mencapai tujuannya. Ada juga yang
memfokuskan pada dimensi psikologis dan berusaha keras dengan cara
ini, tapi juga gagal. Ada juga yang menggabung keduanya dan berusaha
keras tapi juga gagal.

Ada juga dengan cara lain, ini umumnya dilakukan muslimin, yaitu
dengan doa yang dipahami dengan keyakinan yang setengah hati. Dengan
cara ini juga gagal. Lalu apa sebenarnya rahasia sukses dan gagal di
balik semua ini?

Pada kesempatan ini saya tidak ingin membahasnya secara detail, insya
Allah pada kesempatan yang lain. Kita meyakini bahwa diri kita,
potensi di dalam diri kita memiliki kaitan yang erat dengan potensi
orang lain, juga dengan potensi dan bermacam unsur yang ada di luar
diri kita termasuk juga alam, maka di sini jelas kesuksesan dan
kegagalan berkait dengan semua itu, yang pada akhirnya berkait dan
berujung pada ilmu dan kehendak Allah swt.

Tentu kita harus meyakini bahwa ilmu dan kehendak Allah swt tidak
bersifat memaksa kita harus sukses atau gagal. Lalu dimanakah letak
variable utama sukes atau gagal? Untuk mengetahui rahasia ini kita
membutuhkan keyakinan yang kuat, dan merasakan langsung kesuksesan
atau kegagalan dari apa yang kita inginkan.

Tidak jarang di antara kita yang gagal sebelum melangkah dan
melakukan. Dalam dunia motivasi, baik di barat atau di kalangan
muslimin, menyatakan bahwa keyakinan menjadi kunci utama dalam
kesuksesan.

Contoh: ketika seseorang dihadapkan pada hanya dua pilihan yang
beresiko berat, misalnya di depannya ada jurang yang berbahaya dan di
belakangnya ada singa yang akan menerkamnya. Lalu dengan keyakinan
yang kuat ia melompat jurang itu dan selamat. Inilah yang dalam
motivasi disebut kerja “otak kanan”, dan di dalam Islam sebagai
pertolongan Allah swt yang istimewa saat manusia berada dalam kondisi
yang sangat terdesak dan full keyakinan.

Ala kulli hal, Allah swt telah mengkaruniakan pada manusia potensi
untuk menganalisa, dan potensi untuk merasakan. Allah swt telah
meletakkan potensi dan bermacam2 unsur di alam ini, semuanya bekerja
dan bergerak dengan sistem yang Allah swt buat dan tetapkan. Yang satu
dengan yang lain saling berkait, secara fisik dan non-fisik. Dan
manusia diberi kemampuan oleh-Nya untuk memilih. Doa adalah salah satu
penyebab yang merubah atau menggantikan sebab di dalam sistem alam
fisik dan non-fisik, yang dalam akidah dikenal dengan takdir. Misalnya
api yang secara hukum alam membakar, doa dapat mendatangkan penyebab
lain untuk menggantikan posisi unsur pembakar dengan unsur pendingin
seperti kasus Nabi Ibrahim (as); dalam dunia elektronik dengan hasil
pikirannya manusia telah mampu merubah penyebab panas dan dingin. Di
sinilah letak perbedaan kerja “otak kanan” dan “otak kiri”, atau hati
dan pikiran.

Contoh yang lain: Pernah terjadi zaman Rasulullah saw. Matahari hampir
terbenam sementara karena lelahnya perjalanan dalam suatu peperangan
Rasulullah saw tertidur di pangkuan Imam Ali bin Abi Thalib (sa) dan
ia belum shalat Ashar. Beliau tidak mau mengganggu tidur Rasulullah
saw. Ketika Rasulullah saw terbangun beliau bertanya: Kamu sudah
shalat ashar? Beliau menjawab: Belum. Berkat doa Rasulullah saw,
matahari itu kembali ke awal waktu Ashar.

Dua kasus tersebut yakni kasus api di zaman Nabi Ibrahim (as) dan
kasus kembalinya matahari dimanakan mukjizat, yang pada hakikatnya
adalah doa mereka yang diijabah oleh Allah swt. Jadi, doa yang
diijabah dapat merubah sistem alamiah. Lalu apakah bisa hal yang
hampir serupa dengan dua kasus tersebut terjadi pada orang2 mukmin?
Adakah doa yang diajarkan oleh Islam untuk merubah sikap orang lain
agar hajat kita tercapai darinya? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu
pembuktian, dan coba praktekkan doa berikut ini dengan tata cara yang
telah ditentukan dan full keyakinan:

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد

وَلَمَّا دَخَلُوا مِنْ حَيْثُ اَمَرَهُمْ اَبُوْهُمْ مَاكَانَ يُغْنِي
عَنْهُمْ مِنَ اللهِ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ حَاجَةً فِي نَفْسِ يَعْقُوْبَ
قَضَاهَا، وَاِنَّهُ لَذُوعِلْمٍ لِمَا عَلَّمْنَاهُ وَلَكِنَّ اَكْثَرَ
النَّاسِ لاَيَعْلَمُوْنَ.

Bismillahir Rahmanir Rahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ali Muhammad

Wa lammâ dakhalû min haytsu amarahum abûhum mâ kâna yughnî `anhum
minallâhi min syay-in illâ hâjatan fî nafsi ya`qûba qadhâhâ, wa innahû
ladzû `ilmin limâ `allamnâhu wa lâkinna aktsaran nâsi lâ ya`lamûn.

“Ketika mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka
(cara yang mereka lakukan itu) tidaklah melepaskan mereka sedikitpun
dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri
Ya`qub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai
pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Akan tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Yusuf: 68).

Caranya: Sebelum Anda memasuki ruangan kantor atau rumah calon client
bisnis atau mitra bisnis atau orang yang kita punya hajat darinya,
bacalah ayat tersebut sebanyak 14 (empat belas) kali. (Dikutip dari
kitab Mujarrabat Imamiyah).

Komentar: Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]





<< Beranda

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]