10/28/2009

 

Definisi2 Para Dosen Terhadap Satu KATA

Para Pakar2 di bidangnya sedang mendefinisikan arti dari Ciuman sesuai dengan keahliannya seperti berikut :

1. Dosen Kewiraan :

Ciuman adalah hak yang dimiliki oleh seorang pasangan
yang

hubungannya telah diakui oleh negara berdasarkan hukum
dan undang-

undang yang berlaku.



2. Dosen Politik (ilmu transformasi konflik):

Ciuman adalah kemampuan untuk mentransformasi gesekan

gesekan konflik dari dua kelompok berbeda sehingga
bisa

menghasilkan sesuatu yang positif (win win solution:
"semua senang, semua

nyaman..semua melayang)



3. Dosen Informatika :

if kiss >= Hot then go to bed room

else

go to bath room



4. Dosen Bahasa:

ciuman adalah berasal dari sebuah kata dasar "cium"
yang mendapatkan akhiran
"an".



5. Anaknya Dosen:

ciuman adalah temannya ciunyil, ciucrit, ciusrok. bisa
juga berarti sudah

sadar dari pingsan.



6. Dosen Judi :

Ciuman itu gambling, sekarang nyium

Tinggal tunggu balasannya, di gampar ato dibalas
cium...

Sori buwat yang pernah nyium berbalas tamparan



7. Dosen Seni :

Ciuman adalah sesuatu yang indah bila dinikmati
bersama,



8. Dosen Olahraga :

Ciuman adalah jika berciuman berkategori sangat hot,

sama besar dengan kalori yang terbuang untuk berjalan
tergopoh-gopoh (brisk
walking) jadi sehat

khan...


9. Dosen Fisika:
Ciuman adalah gaya tarik menarik antara dua

mulut dengan jarak antara satu titik dengan titik

yang lain nol.


10. Dosen Kimia:

Ciuman adalah reaksi akibat interaksi dari

senyawa yang dikeluarkan oleh dua hati.



11. Dosen Mikrobiologi:

Ciuman adalah pertukaran bakteri uniseksual di

dalam air liur.


12. Dosen Biologi:

Ciuman adalah menyatunya dua otot orbicularis

oris dalam keadaan kontraksi.



13. Dosen Ekonomi:

Ciuman adalah sesuatu di mana permintaan
lebih besar drpd penawaran.



14. Dosen Statistik:

Ciuman adalah kejadian yang peluangnya bisa

sangat tergantung dari angka statistik berikut:
36-24-36.


15. Dosen Teknik:

Ciuman? Apa itu..?



17. Dosen elektro:

Ciuman Adalah bertemu antara ion positif dan

negatif yang mengakibatkan arus lemah menjadi
arus kuat...


18. Dosen Kedokteran:

Ciuman adalah proses pendiaknosaaan fisik

secara langsung yang berakibakan aliran

darah ke organ reproduksi meningkat


19. Dosen psikologi:

Ciuman adalah proses penjiwaan terhadap pola
pikir seseorang untuk mengetahui akan
kenikmatan....

Demikiannlah Definisi2 yang di utarakan para dosen2 sesua dengan keahliaanya... he.he...he




10/27/2009

 

Hidup Ibarat Buah...

Hiduplah Ibarat Buah...!!!

1. Jadilah Jagung, Jangan Jambu Monyet, Jagung Membukus Bijinya Banyak
Sedangkan Jambu Monet Memamerkan Bijinya Yang Cuma Satu-satunya.
Artinya : Jangan Suka Pamer.

2. Jadilah Pohon Pisang Kalau Berbuah Hanya Sekali
Artinya : Kesetiaan dalam pernikahan

3. Jadilah Duren, Jangan Kedondong. Walaupun Luarnya Penuh Kulit yang Tajam
tetapi dalamnya lembut dan manis, Hmmm,.
Beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan didalamnya ada biji berduri
artinya : "Don't Judge a Book By The Cover", Jangan Menilai Orang dari Luarnya.

4. Jadilah Bangkoang. Walaupun hidup dalam kompas sampah tetapi umbinya isinya putih bersih
Artinya Jagalah Hati jangan Kau Kotori

5. Jadilah tandan pete (Petai), Bukan tandan rambutan.
tandan pete membagi makanan sama rata ke biji petenya semua seimbang tidak seperti rambutan
ada yang kecil ada yang gede.
Artinya : Slalu adil dalam Bersikap

6. Jadilah Cabe Makin Tua makin pedas
Artinya Makin Tua Makin Bijaksana

7. Jadilah Buah Manggis bisa ditebak isinya dari pantat buahnya
artinya : Jangan Munafik

8. Jadilah Buah Nangka, selain buahnya, angka memberi getah kepada penjual atau pemakannya
Artinya : Berikan Kesan Kesemua Orang ( Tentunya yang baik)

9. Jadilah Buah Dada, Selain bermanfaat buat anak, buat bapaknya juga.
Artinya : Sekali Pukul Dua2anya Dapet, he.he.he!!!



 

IBU....IBU....IBU

HAI SAHABTKU..., ketika kau masih kecil....ingatkah ..???
Dibagunkan pagi tuk sekolah masih susah
Disuruh brenti ketika brendam di ember juga susah
Diajak ke rumah ketika maghrib juga susah

Saat itu...ibumu bingung SOBAT...
Mau dipukul ...terlanjur sayang...SOBAT...
Mau disiram...khawatir kedinginan apalagi kesakitan
Mau dibiarkan.....rasanya kurang berkenan


Ketika kau bayi....beliau menyusui dan membelaimu
Ketika kau kecil....beliau memandikan dan mengurusmu
Ketika kau pulang sekolah.., beliau menyiapkan makan dan minummu
Bahkan sampai mencuci dan menyetrika baju - bajumu

Ketika kau mau les..., beliau menyiapkan sepatu dan bukumu
Ketika kekasihmu datang.., beliau mempercantikmu
Bahkan menyiapkan segalanya...tuk kebahagiaanmu
Dan ketika kau menikah...., beliau hanya meneteskan air mata
Ketika kau hamil.., beliau selalu berdo'a
Ketika anakmu lahir..., beliau turut menjaga
Ketika kau kerja..., beliau direpotkan dengan perintah seribu kata

Lalu..., apa perhatian kita....??
Lalu ...mana pengabdian kita....???
Beliau.., bukanlah pembantu rumah tangga kita....??
Meski beliau tetap ikhlas...., dimana moral bakti kita???
Sementara..., dengan enteng kita berkata....
Maafkan aku lagi sibuk ..Ma...
Tolong bantu aku ...Ma.....
Tolong titip dan jaga anakku ...Ma....

Sadarkah kau...., ketika beliau menelponmu
Kau menghardik-nya karena dirasa mengganggu
Dia menghubungimu....karena merindukanmu
Karna dalam darahnya ada ikatan batin sucimu
Ada getaran - getaran ikhlas dalam setiap perintahmu
Sementara kau angkuh dengan nafas - nafas nafsumu

Tidak SOBAT...., tidak SOBAT........
Cepatlah bersimpuh dipangkuannya.....
Tuk memohon ridlo, maaf dan ampunannya
Kalimat tulus....bagai getar dawai ...batin saripatinya

Saat ini...beliau sedang merindukanmu...
Saat ini beliau sedang ...menunggu telponmu....
Saat ini ...beliau sedang menunggu ungkapan - ungkapan kasihmu
Saat ini..beliau sedang menunggu do'a anak sholeh ..dari bibirmu

Jangan kau tunggu....sampai beliau letih termanggu
Jangan kau tunggu...sampai kulit keriput dan uban menyatu
Jangan kau tunggu...sampai beliau terbujur kaku
Karna didadanya ada getar rindu untukmu

Jangan sampai keu menyeruak di pintu penyesalan
Ketika kau terpaku ..di depan batu nisan
Sesal ...kau akan sesal atas tahta sibuk yang kau pertuhankan
Ini yang bisa kupersembahkan sebagai ikatan silahturahmi




10/26/2009

 

Suatu Hal Tak Mungkin Kembali

Seorang gadis muda menunggu penerbangannya di ruang tunggu sebuah bandara yang super sibuk

Karena harus menunggu berjam-jam, dia memutuskan membeli sebuah buku untuk menghabiskan waktunya. Dia juga membeli sebungkus kue

Dia duduk di kursi bersandaran tangan, di ruang VIP bandara, untuk istirahat dan membaca dengan tenang

Di sisi sandaran tangan di mana kue terletak, seorang laki-laki duduk di kursi sebelah, membuka majalah dan mulai membaca

Ketika ia mengambil kue pertama, laki-laki itu juga turut mengambil. Si gadis merasa gemas tapi tidak berkata apa-apa. Dia hanya berpikir:
“Lancang benar! Bila saya nggak sabaran sudah kugebuk dia untuk kenekatannya!”


Untuk setiap kue yang dia ambil, laki-laki itu turut mengambil satu.
Ini sangatlah membuatnya marah namun si gadis tak ingin sampai timbul kegaduhan di ruang itu

Ketika tinggal satu kue yang tersisa si gadis mulai berpikir:
“Aha…bakal ngapain sekarang orang yang nggak sopan ini?”
Lalu, laki-laki itu mengambil kue yang tersisa, membaginya dua, lalu memberikan yang separuh padanya.

Benar-benar keterlaluan!
Si gadis benar-benar marah besar sekarang!
Dalam kemarahannya, dia mengakhiri baca bukunya, dikemasnya barangnya lalu bergegas ke tempat boarding

Ketika sudah duduk di seat-nya, di dalam pesawat, dia merogoh tasnya untuk mengambil kacamata, dan…., dia sontak terkejut, sebungkus kuenya masih ada di dalam tas, tak tersentuh, tak terbuka!

Dia merasa sangat malu!! Dia sadar telah keliru…
Dia lupa kalau kuenya masih tersimpan di dalam tas.

Laki-laki tadi telah berbagi kue dengannya, tanpa merasa marah atau sengit

ketika si gadis amat marah, berpikir bahwa ia telah berbagi kue dengan laki-laki itu.
Dan kini tidak ada lagi kesempatan untuk menerangkan kelalaiannya..,juga untuk meminta maaf



Kesimpulan dari kisah ini…

Ada 4 hal yang tak dapat kembali..

1. Batu …setelah Kita lontarkan!!

2. Kesempatan…Yang Telah hilang!

3. Kata… Setelah Kita diucapkan!

4. Waktu Kita…Setelah berlalu!

Renungkannlah
Adakah kita ucapkan
Hai disana engkau Baik – Baik saja

pernakah seseorang mengatakan seberapa spesialnya dirimu?Cahaya yang engkau pancarkan bahkan serupa dengan cahya bintang.

Pernakah orang mengatakan pada dirimu betapa pentingnya dirimu mengembangkan rumangsanya.

Pernahkah Seseorang di sana menungging senyum di hati. Tandanya sayang yang begitu nyata.

Pernakah seseorang mengatakan padamu bahwa seringkali ketika mereka merasa sedih e-mail-mu membuatnya sedikit tersenyum, sebagai tandanya ia senang.

Perlu Kita Ingat
Untuk waktu yang kita gunakan mengirim pesan dan berbagi apa saja yang engkau temukan, tak perlu ada ucapan balik” terimakasih” yang ditunggu, tapi setidaknya seseorang akan berpikir, mmm.. engkau sedang baik-baik saja.


Pernakah seseorang mengatakan seberapa sukanya ia padamu? Baiklah temanku yang baik, hari ini aku mau bilang padamu.

Bahwa aku percaya tanpa teman dan keluarga engkau aku akan kehilangan banyak hal!!!

Dengan membaca tulisan ini Semoga hari2 kita menyenangkan, dan semua orang senang dengan kita untuk menjadi teman!!!

10/25/2009

 

ANTARA KEBUTUHAN DAN KEINGINAN..?


Seorang pemahat batu yang awalnya hidup bahagia suatu ketika bekerja di rumah seorang bangsawan. Ketika melihat keindahan rumah itu, untuk pertama kali ia mengalami rasa sakit yang timbul dari suatu keinginan. Sambil menghela napas panjang, ia berkata, ?Seandainya saya kaya, saya tak perlu mencari nafkah dengan susah payah seperti sekarang.?

Betapa herannya ia, ketika tiba-tiba mendengar suara, Keinginanmu terkabul.? Maka, ia pun menjadi kaya dan memiliki rumah yang besar dan indah. Suatu sore ia melihat raja lewat diiringi pasukannya. DIA ingin menjadi raja,? katanya. Ajaibnya, tiba-tiba saja ia telah berada dalam kereta kerajaan. Namun, kereta itu sangat panas disengat matahari. Ia pun mengubah dirinya menjadi matahari yang memancarkan sinarnya ke seluruh jagat raya.


Sayangnya, pada suatu musim hujan ia gagal menerobos segumpal awan. Ia pun berubah menjadi awan, dan kemudian menjadi hujan, tetapi sebuah karang yang kokoh menutup jalannya sehingga ia hanya berputar-putar mengelilingi karang itu.


Karang lebih kuat dari saya? serunya. Ia pun berubah menjadi karang yang tinggi menjulang. Namun, masalah baru pun timbul. Seorang pemahat batu sedang menatah bongkah-bongkah batu dari kakinya. Ia pun akhirnya mengubah dirinya menjadi pemahat batu dan hidup bahagia selama-lamanya.


Cerita sederhana di atas mengajarkan kita mengenai akibat sebuah keinginan.

Kita sering merasa bahwa mengejar keinginan akan membuat kita bahagia.

Padahal, yang terjadi adalah sebaliknya, keinginan lebih sering membuat kita tidak bahagia.

Apa yang terjadi pada si pemahat batu sering pula kita alami. Semula kita hidup tenang dan tenteram. Kita merasa berkecukupan dan bahagia dengan apa yang kita miliki: keluarga yang anggotanya saling menyayangi, pekerjaan yang baik, penghasilan yang lumayan, dan kawan-kawan yang penuh perhatian.


Sayangnya, ketenteraman tersebut sekonyong-konyong buyar begitu Anda memiliki keinginan baru. Mungkin Anda menginginkan pekerjaan yang gajinya lebih besar, atau kendaraan yang lebih bagus atau rumah yang lebih mewah.


Begitu keinginan-keinginan itu muncul, seketika itu juga Anda akan merasa resah, gelisah, susah dan tidak bahagia.


Akar ketidakbahagiaan adalah keinginan. Saya ingin menambahkan bahwa sebetulnya bukanlah keinginan itu sendiri yang berbahaya, tetapi keterikatan dan kelekatan kita dengan keinginan. Dalam kondisi seperti ini, keinginanlah yang akan mengontrol kita.

Menurut saya, kelekatan pada keinginan akan menyebabkan tiga hal.

Pertama :

stres. Begitu memiliki keinginan, Anda akan langsung menderita stres karena perhatian Anda berubah. Sebelumnya, Anda bahagia karena memikirkan apa yang sudah Anda miliki. Namun sekarang, pikiran Anda berubah. Anda sekarang memikirkan apa yang tidak Anda miliki. Anda membanding-bandingkan dengan orang lain, dan Anda merasa kurang dan menderita.


Kedua :

penderitaan yang Anda alami karena keinginan ini tak segera berakhir begitu Anda berhasil mencapai apa yang Anda inginkan. Kenapa demikian?

Karena, keinginan senantiasa bersifat tak terbatas. Begitu Anda berhasil memiliki benda-benda yang Anda inginkan, benda-benda tersebut langsung menjadi tak menarik bagi Anda. Anda pun akan langsung melirik benda yang lebih bagus, lebih menarik dan lebih mahal lagi. Karena itu, sekali Anda terperangkap ke dalam keinginan, amat sulit bagi Anda keluar dari situ.


Ketiga :

Semakin besar keinginan Anda, stres yang Anda derita semakin besar pula. Pernahkah Anda mengalami bahwa semakin Anda mengharapkan sesuatu, sesuatu itu semakin menjauhi Anda. Semakin Anda menunggu-nunggu, sesuatu itu terasa semakin lama Anda dapatkan. Anda pun semakin menderita dibuatnya.

Sampai di sini Anda mungkin akan bertanya, kalau keinginan memang begitu berbahaya, dapatkah kita hidup tanpa memiliki keinginan apa pun? Marilah kita lihat sejenak perjalanan hidup manusia. Pada saat kita lahir ke dunia, kita sudah memiliki keinginan, tetapi keinginan tersebut amatlah terbatas.

Kita membutuhkan sandang, pangan dan papan sekadar untuk kelangsungan hidup kita. Kita pun dapat hidup sejahtera dengan keinginan yang amat terbatas tersebut. Sayangnya, begitu kita beranjak dewasa, keinginan tersebut bertambah banyak, bahkan jauh lebih banyak dari yang sekadar kita butuhkan.


Banyak orang yang sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Padahal, keduanya berbeda. Mari kita lihat beberapa contohnya. Kalau Anda merasa lapar dan Anda makan, itu namanya kebutuhan. Akan tetapi, bayangkan, tak lama setelah Anda selesai makan, kawan Anda membawa kue cokelat yang lezat dan Anda merasa sayang bila tak ikut menikmatinya. Inilah keinginan.

Seseorang yang sudah dewasa dan mencari pendamping hidupnya disebut kebutuhan. Namun bila ia sudah menikah, mempunyai anak yang cantik, tetapi masih melirik lawan jenis yang lain, ini namanya keinginan. Kalau Anda membutuhkan kendaraan yang siap melayani Anda bekerja, itu namanya kebutuhan. Kalau selain itu Anda masih memerlukan kendaraan lain untuk sekadar bertengger di garasi Anda, itu namanya keinginan.

John Stuart Mill pernah mengatakan, ? I have learned to seek my happiness by limiting my desires, rather than in attempting to satisfy them.! Untuk mencapai kebahagiaan, kita perlu membatasi keinginan kita, bukannya malah berusaha memuaskannya. Saya kira Mill benar karena segala sesuatu yang berada di luar senantiasa memiliki satu kaidah: semakin dikejar, dia akan semakin menjauh. Semakin kita berusaha mengejarnya, semakin kita merasa kekurangan. Saya teringat seorang bijak yang pernah mengungkapkan hal ini dengan sangat indah, ? Kebahagiaan adalah seekor kupu-kupu. Kejarlah, maka ia akan lari darimu. Duduklah dengan tenang, maka ia akan hinggap di pundakmu.

Sekedar mengingatkan, siapa tahu bermanfaat ..!!!




 

SEKEEPING EMAS



Lelaki berjanggut panjang keperakan itu memang memancarkan kewibawaan yang besar. Ia tampak duduk tenang dengan mata terpejam. Tangan kirinya terlihat menggenggam sebuah tongkat kayu bersisik berwarna coklat kehitaman. Dihadapan lelaki berjubah putih itu, sekumpulan orang-orang yang membentuk setengah lingkaran, duduk berkeliling. Mereka semua tampak menundukkan kepala. Azarya, sang guru nan bijaksana, pengajar para raja dan pejabat istana, kembali mengumpulkan murid-muridnya. Tetapi tidak seperti hari-hari yang lain, dimana mereka biasa berkumpul di pinggir sungai, bukit atau pelataran istana. Hari ini mereka berkumpul dekat sebuah kandang ternak. Tidak ada seorang pun yang tahu rencana hati Azarya. Diantara lenguhan dan bau ternak, guru dan murid itu, terdiam dengan penuh hikmat.


Perlahan-lahan sang guru mengangkat tangannya. Satu keping talenta emas tampak di terjepit diantara ibu jari dan telunjuk beliau. Benda itu terlihat semakin berkilau ditimpa cahaya matahari. Para murid bergumam tidak mengerti.

"Anak-anak ku", sang guru pun mulai bersabda,

"Siapakah dari antara kalian yang menginginkan benda ini, jika aku memberikannya? ". Kini semua mata memandang kearah ujung jari Azarya. Sekeping talenta emas. Nilainya setara dengan bayaran seratus hari kerja orang upahan. Sama sekali bukan jumlah yang sedikit. Serta merta belasan orang itu mengangkat tangannya.

"Saya guru…saya guru …!!", seru mereka. Sesaat Azarya tersenyum mengelus janggut nya.

"Hanya orang yang telah kehilangan akal sehatnya yang akan menolak pemberian satu keping talenta emas ini", lanjut nya sambil menurunkan tangan. Kemudian tangan kiri Azarya bergerak mengambil sebuah mangkuk kecil didepannya. Cairan kermizi yang berwarna merah pekat tampak mengisi separuh mangkuk itu. Perlahan-lahan keping emas itu dicelupkannya ke dalam mangkuk, hingga beberapa saat.

"Masihkah kalian menginginkan benda ini ?", tanya Azarya sambil kembali mengacungkan keping emas yang telah berubah warna itu.

"Tentu, guru !", jawab para murid serempak.


Azarya memandangi kepingan berwarna merah pekat di tangan nya, tiba-tiba ia membuang keping emas itu kepermukaan tanah sepelempar batu jauhnya. Beberapa muridnya terlihat menggeser tempat duduknya menjauh.

"Kau !", tunjuk sang guru ke arah salah satu muridnya,

"Tampillah ke muka". Orang yang ditunjuk segera menaati perintah gurunya.

"Ludahi keping emas itu !", perintah sang guru. Murid itu tampak ragu, ia memandang bergantian ke arah keping emas itu dan guru nya memastikan apa yang didengarnya.

"Lakukan apa yang ku perintahkan" , kata Azarya sambil tersenyum. Segera setelah muridnya meludahi keping emas itu, Azarya kembali bertanya,

"Masihkah kalian menginginkan talenta itu ?".

"Tentu saja guru", kembali terdengar jawaban dari arah para murid.

"Jika demikian baiklah, kau bertiga ludahi lagi dan injak-injak keping emas itu !!", perintah Azarya.. Ketiga orang itu pun melakukan persis seperti yang gurunya perintahkan. Sekarang keping emas itu telah berubah rupa. Permukaannya yang tadinya berkilau kini tak lebih merupakan benda kotor yang sangat menjijikkan. Azarya berdiri, mengibaskan jubahnya, kemudian berjalan menghampiri keping emas itu. Sesaat ia memandangi benda itu, kemudian ikut meludahinya.


"Anak-anakku, lihatlah benda yang menjijikkan itu.", kata Azarya sambil memandangi wajah-wajah mereka,

"Masihkah ada seseorang diantara kalian yang menginginkannya ?". Murid-murid saling berpandangan satu sama lain, beberapa diantara mereka tampak mengangguk-angguk.

"Tentu Guru kami semua masih menginginkannya" , jawab mereka serempak.. Mendengar jawaban para murid, Azarya mengambil sebuah capit dari kayu. Ia memungut benda itu dan mengangkatnya tinggi-tinggi.


"Kini dengarkanlah anak-anakku" , sang guru pun bersabda,

"Kalian dan siapa pun akan tetap menginginkan keping emas itu, karena apapun keadaan yang mata kalian lihat, sekeping talenta emas, tetaplah sekeping talenta emas !"


Murid-muridnya terlihat saling berpandangan, sebagian dari mereka tampak mengangguk-angguk membenarkan perkataan sang guru.


"Serupa dengan keping talenta emas ini", Azarya melanjutkan,

"Diri kalian pun, senista, secacat, sehina apapun, tetaplah mulia dan berharga. Kemiskinan, kecacatan, keadaan terkeji sekalipun tidaklah sanggup mengubah nilai seorang manusia. Manusia telah diciptakan demikian mulia"


Azarya memandangi murid-murid nya lekat-lekat, setelah itu ia berjalan ke arah kandang ternak yang berada tak jauh dari mereka. Murid-muridnya segera bangkit, mengikuti guru mereka dari belakang.

"Seperti apa yang ku janjikan kepada kalian.", kata Azarya sambil menoleh,

"Aku akan memberikan keping talenta emas ini kepada siapa pun yang mengingingkannya. Ambilah !". Dengan satu gerakan, Azarya melemparkan keping emas itu ke dalam tumpukan kotoran ternak yang tampak menggunung. Segera saja keping talenta emas itu membenam tak terlihat. Belum lagi Azarya menjauh dari tempat itu, murid-muridnya yang berjumlah belasan itu merangsek masuk ke dalam kandang. Mereka saling mendorong, berdesakan, saling himpit. Tidak sedikit dari mereka yang terinjak-injak oleh temannya sendiri Beberapa orang malah terlihat bergulat diantara kotoran ternak. Yang lain terlihat saling tinju dan saling hantam. Bak dihajar angin puting beliung, serta merta kandang yang semula aman damai itu jadi begitu berantakan. Lembu, kambing, domba berlarian keluar. Pagar kayu dan dinding kandang rusak berat. Azarya sesaat membiarkan kerusuhan itu terjadi, hingga ia merasa waktunya cukup.


"Hentikan !", seru sang guru dan perkelahian itu pun serta merta berhenti,

"Rupanya kalian belum juga mengerti. Barangsiapa bertelinga hendaklah mendengar ! Camkanlah apa yang ku katakan kepadamu hari ini dan belajarlah darinya.."


Azarya segera menghampiri murid-muridnya yang berlumuran kotoran hewan,

"Sang Khalik, Pencipta kita, mengerti benar betapa berharga diri kita, manusia-manusia ini. Begitu juga dengan iblis-iblis jahat penghuni kegelapan, mereka juga tahu persis betapa mulianya kita. Satu-satunya yang sering tidak mengerti akan tingginya harga itu adalah kita, manusia itu sendiri. Manusia sering tidak mengetahui betapa mulianya ia dicipta. Bahkan tidak jarang, karena kebodohannya, manusia menukar kemuliannya dengan sesuatu yang sama seklai tidak berharga. Jadi mulai saat ini, jangan biarkan apapun dan siapapun bahkan hidup ini mendustai kalian, dan membuat kalian tidak berharga. Karena kalian jauh lebih mulia dari ribuan keping telenta emas !!".


This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]