2/21/2009
MANAJEMEN STRESS
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Seorang Dosen
mengangkat segelas air dan bertanya kepada para Mahasiswanya :
"Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"
Para Mahasisiswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya.. .,
tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. " kata Dosen.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh,
mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama,
tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu
membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Dosen.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut,
istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar &
mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini,
tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok.
Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa.
Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. ..
Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh,
tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.
mengangkat segelas air dan bertanya kepada para Mahasiswanya :
"Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"
Para Mahasisiswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya.. .,
tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. " kata Dosen.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh,
mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama,
tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu
membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Dosen.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut,
istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar &
mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini,
tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok.
Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa.
Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. ..
Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh,
tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.
Hikmat Ayat Al-Kursi
> Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor
> syaitan yang duduk di atas
> pintu rumah. Tugasnya ialah untuk menanam
> keraguan di hati suami terhadap
> kesetiaan isteri di rumah dan keraguan di hati
> isteri terhadap kejujuran suami
> di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah tidak
> akan masuk rumah sehingga Baginda
> mendengar jawaban salam dari isterinya. Di saat
> itu syaitan akan lari
> bersama-sama dengan salam itu.
>
> Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:
>
>
> 1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi bila
> berbaring di tempat tidurnya,
> Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat
> memeliharanya hingga subuh.
>
>
>
> 2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir
> setiap sembahyang Fardhu,
> dia akan berada dalam lindungan Allah SWT
> hingga sembahyang yang lain.
>
>
> 3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap
> sembahyang, dia akan
> masuk syurga dan barang siapa membacanya ketika
> hendak tidur, Allah SWT akan
> memelihara rumahnya dan rumah-rumah
> disekitarnya.
>
>
> 4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir
> tiap-tiap shalat fardhu,
> Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang
> yang bersyukur, setiap
> perbuatan orang yang benar,
> pahala nabi2, serta Allah melimpahkan rahmat
> padanya.
>
>
> 5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum
> keluar rumahnya, maka
>
> Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya
> - mereka semua memohon
>
> keampunan dan mendoakan baginya.
>
> 6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir
> sembahyang, Allah SWT
> akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia
> adalah seperti orang yang
> berperang bersama Nabi Allah sehingga mati
> syahid.
>
> 7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika
> dalam kesempitan
> niscaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan
> kepadanya.
>
> Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah S.A.W.
> bersabda, "Sampaikanlah
> pesanku biarpun satu ayat..."
>
> "Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk Dunia-mu,
> utamakan SHOLAT dan ZAKAT
> untuk Ak hirat-mu"
>
> Subhanallah. ..
>
> syaitan yang duduk di atas
> pintu rumah. Tugasnya ialah untuk menanam
> keraguan di hati suami terhadap
> kesetiaan isteri di rumah dan keraguan di hati
> isteri terhadap kejujuran suami
> di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah tidak
> akan masuk rumah sehingga Baginda
> mendengar jawaban salam dari isterinya. Di saat
> itu syaitan akan lari
> bersama-sama dengan salam itu.
>
> Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:
>
>
> 1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi bila
> berbaring di tempat tidurnya,
> Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat
> memeliharanya hingga subuh.
>
>
>
> 2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir
> setiap sembahyang Fardhu,
> dia akan berada dalam lindungan Allah SWT
> hingga sembahyang yang lain.
>
>
> 3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap
> sembahyang, dia akan
> masuk syurga dan barang siapa membacanya ketika
> hendak tidur, Allah SWT akan
> memelihara rumahnya dan rumah-rumah
> disekitarnya.
>
>
> 4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir
> tiap-tiap shalat fardhu,
> Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang
> yang bersyukur, setiap
> perbuatan orang yang benar,
> pahala nabi2, serta Allah melimpahkan rahmat
> padanya.
>
>
> 5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum
> keluar rumahnya, maka
>
> Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya
> - mereka semua memohon
>
> keampunan dan mendoakan baginya.
>
> 6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir
> sembahyang, Allah SWT
> akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia
> adalah seperti orang yang
> berperang bersama Nabi Allah sehingga mati
> syahid.
>
> 7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika
> dalam kesempitan
> niscaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan
> kepadanya.
>
> Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah S.A.W.
> bersabda, "Sampaikanlah
> pesanku biarpun satu ayat..."
>
> "Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk Dunia-mu,
> utamakan SHOLAT dan ZAKAT
> untuk Ak hirat-mu"
>
> Subhanallah. ..
>
2/19/2009
KESUKSESAN BUKANLAH SUATU KEBETULAN
KESUKSESAN bukanlah suatu kebetulan. Kesuksesan adalah hasil dari sikap kita yang terdiri dari berbagai pilihan. Jadi, sukses adalah soal bagaiman kita memilihnya.
Untuk meraih sukses sangat diperlukan adanya sikap positif dalam memperjuangkannya. Dalam bukunya Kiat Menjadi Pemenang, Shiv Khera menjelaskan bahwa betapa pentingnya arti sikap positif dalam bisnis. Berjuang menegakkan suatu bisnis tanpa harapan yang positif akan bisnis yang kita geluti niscaya kemustahilan untuk sukses.
Sikap positif merupakan napas yang setiap saat berdegup dalam pengendalian bisnis kita. Ia menjadi power atau bateri yang luar biasa hebatnya di dalam pengendalian daya tahan dan daya juang bisnis yang kita bangun.
MANFAAT SIKAP POSITIF
1. Meningkatkan produktivitas
Sikap positif akan meningkatkan produktivitas Anda. Produktivitas adalah sikap mental (attitude of mind) yang mempunyai semangat untuk bekerja keras dan ingin memiliki kebiasaan untuk peningkatan perbaikan.
National Productivity Bord Singapore penah mewujudkan bahwa perwujudan sikap mental tsb dapat dilihat diberbagai aktifitas antara lain:
Yang berkaitan dengan diri sendiri dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, disiplin, upaya pribadi dan kerukunan kerja (Team Work).
Yang berkaitan dengan pekerjaan dapat dilakukan melalui manajemen dan metode kerja yang lebih baik, penghematan biaya, tepat waktu, sistem dan teknologi yang lebih baik.
2. Mendorong kerja kelompok
Salah satu poin penting terjadinya kerja kelompok adalah hadirnya sikap toleransi, kebersamaan dan kesetaraan dalam kerja. Sikap-sikap seperti itu akan hadir manakala sikap positif ada dalam benak para pelaku team work itu.
Kerja kelompok yang solid dan bagus akan memiliki nilai produktivitas yang tinggi sebab masing-masing person menyumbangkan pikiran, tenaga dan biaya untuk terwujudnya impian bersama. Itulah yang namanya bersinergi. Sinergi ini akan melahirkan suatu kekuatan dan prestasi yang luar biasa manakala dilakukan dengan tepat.
3. Mengatasi permasalahan
Sikap positif senantiasa akan mengembangkan sikap-sikap untuk tidak mempermasalahkan masalah, melainkan mencari solusi atas masalah. Orang yang mempermasalahkan masalah senantiasa akan bermasalah dan menganggap bahwa hidup penuh dengan masalah. Jadikan diri kita menjadi bagian dari pemecah masalah walaupun sekecil apapun solusinya, jangan menjadikan diri kita jadi bagian masalah. Lain halnya kalau yang Anda kembangkan adalah sikap menyelesaikan masalah, maka sekalipu n hidup ini pada dasarnya penciptaan masalah, namun karena kita mampu menyelesaikan setipa masalah yang muncul maka kita menganggap bahwa hidup ini menjadi lebih dinamis dan variatif.
Orang yang gagal adalah orang selalu mempermasalahkan masalah atau orang selalu mencarai alasan pembenar atas masalah yang dihadapi atau kegagalan yang dialami. Sedangkan orang sukses adalah orang-orang yang selalu mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Orang yang sukses itu orang yang tidak mempermasalahkan masalah melainkan senantiasa menacri alternatif-alternatif pemecahan masalah atas masalah yang dihadapi.
Hidup menjadi lebih optimis karena masalah selalu terselesaikan dengan kepala dingin, bijaksana, dan penuh dengan antusiasme akan kesuksesan masa depan. Masa depanlah yang lebih utama. masa lalu biarlah berlalu, ia cukup dijadikan memori atau kenangan sejarah masa lalu. Sejarah hanya baik untuk dijadikan cermin bukannya untuk diulangi. Karena memang kita tidak bisa mengulang sejarah.
4. Meningkatkan kualitas
Sikap positif membuat hidup kita lebih berkualitas. Kita memandang sesuatu senantiasa berorientasi pada masa depan. Masa depanlah yang masih panjang dan akan dilalui. Masa depan haruslah lebih berkualitas. Sikap dan pikiran positif memberikan arti dan dorongan yang luar biasa di dalam menyongsong masa depan yang lebih berkualitas.
5. Membentuk loyalitas
Loyalitas terbentuk karena adanya keyakinan besar bahwa bisnis yang Anda bangun memiliki harapan masa depan yang lebih baik. Keyakinan akan masa depan perusahaan, keyakinan dengan pekerjaannya saat ini, keyakinan akan orang di sekelilingnya, adalah membuat mereka sangat loyal kepada Anda dan bisnis yang sedang dijalani.
6. Mendorong hubungan yang lebih baik antar sesama
Hubungan antar sesama menjadi lebih baik karena tidak adanya kecurigaan dan saling menjatuhkan. Hubungan antar sesama menjadi lebih baik karena adanya saling percaya dan perasaan saling membutuhkan. Sikap positif mengantarkan semua itu dengan baik karena ia menjadi katalisator antar sesama secara baik.
7. Mengurangi stres
Karena semua masalah dihadapi dengan baik dan terselesaikan dengan sikap positif kita, maka stres pun sirna. Kita menjadi tidak terpusingkan oleh karena masalah yang tidak kita selesaikan. Kenapa begitu? Karena semua masalah bisa diselesaikan dengan sikap positif kita.
bersambung...
LANGKAH-LANGKAH MEMBENTUK DAN MEMELIHARA SIKAP POSITIF
semoga bermanfaat.
ALLAH ITU ADA
> Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ketanah
> air. Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari
> seorang Guru agama, kiai atau siapapun yang bisa menjawab 3
> pertanyaannya.
> Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
>
> Pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
> Kyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab
> pertanyaan anda
> Pemuda: Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak
> mampu menjawab pertanyaan saya.
> Kyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
> Pemuda: Saya punya 3 buah pertanyaan:
> 1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya
> 2. Apakah yang dinamakan takdir
> 3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang
> dibuat dari api,tentu tidak menyakitkan buat syetan Sebab mereka
> memiliki
> unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
>
> Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras. Pemuda
> (sambil menahan sakit): Kenapa anda marah kepada saya?
>
> Kyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah
> pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
> Pemuda: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
> Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
> Pemuda: Tentu saja saya merasakan sakit
> Kyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
> Pemuda: Ya
> Kyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !
> Pemuda: Saya tidak bisa
> Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama: kita semua merasakan
> keberadaan
> Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
> Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
> Pemuda: Tidak
> Kyai : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan
> dari saya hari ini?
> Pemuda: Tidak.
> Kyai : Itulah yang dinamakan Takdir.
> Kyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
> Pemuda: kulit.
> Kyai : Terbuat dari apa pipi anda?
> Pemuda: kulit.
> Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
> Pemuda: sakit.
> Kyai : Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api,
> Jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk
> syeitan.
Kiat Sehat Ala....Rasulullah
1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH
Rasul selalu mengajak ummatnya untuk
bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu,sholat
subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain :
- Berlimpah pahala dari Allah
- Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TB
- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan
2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumaat
beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan
berminyak wangi. "Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap
orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai
harum-haruman"(HR Muslim)
3.TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN Sabda Rasul :
"Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami
makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan)"(Muttafaq Alaih)
Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda :
Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk
makanan.Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya
Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan
4. GEMAR BERJALAN KAKI
Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi
rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan
mengalir,pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini
penting untuk mencegah penyakit jantung
5. TIDAK PEMARAH
Nasihat Rasulullah : "Jangan Marah"diulangi sampai 3 kali. Ini
menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah
belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan
jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :
- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk
maka berbaring
- Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithon
- Segeralah berwudhu
- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati
6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi
kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta
tawakal kepada Allah SWT
7. TAK PERNAH IRI HATI
Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi
iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.
::Ya Allah,bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah
diriku dengan sifat sifat mahmudah...::
Mohon sebarkan isi blog ini kepada saudara Muslim Muslimat
yang lain agar menjadi renungan dan pelajaran kepada kita semua. Ilmu yang
bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang
mengajarnya meskipun dia sudah meninggal dunia
wallahu'alam....
CINTA ANTARA ORANG TUA DAN ANAK
> Di Dalam puisi dan cerita-cerita rakyat di beberapa negara, banyak
> diceritakan masalah tentang hubungan cinta dan tidak cinta antara orangtua
> dengan anak-anaknya. Ada beberapa negara di dunia ini tidak mempunyai
> cerita-cerita rakyat yang berkenaan dengan penggambaran hubungan cinta
> kasih antara orangtua dengan anak-anaknya. Dan mereka hanya menekankan
> tentang cinta kasih kepada semua orang, yang tentu saja termasuk orangtua
> mereka juga. Banyak sekali orang yang menangis ketika mendengar dan
> membaca puisi dan cerita-cerita yang menggambarkan tentang hubungan cinta
> kasih antara orangtua dengan anak.
>
> Ada satu cerita berasal dari sebuah puisi yang amat terkenal di Srilanka.
> Puisi yang asli terdiri dari empat bait, yang dapat mengubah seseorang
> menjadi penuh belas kasih. Ceritanya sebagai berikut : Pada suatu ketika,
> hiduplah seorang ibu yang membesarkan anak laki-lakinya. Dengan melalui
> berbagai penderitaan akhirnya ibu tua itu berhasil menghantarkan anak
> laki-lakinya mencapai kehidupan yang sukses. Anak laki-laki itu lalu
> menikah dan mempunyai rumah sendiri. Setelah ia berkeluarga dan mempunyai
> kehidupan yang cukup baik, tetapi ia tidak pernah menengok kepada kedua
> orangtuanya yang sudah tua itu. Ayah dan ibu tua itu sudah lama amat
> menderita, mereka tidak mempunyai makanan dan pakaian yang cukup.
> Pada suatu hari karena mereka sudah amat kelaparan, tidak mempunyai lagi
> makanan yang dapat dimakan, ibu tua itu merasa ia dapat meminta
> pertolongan dari anaknya. Dengan badan yang sudah membungkuk, ia berjalan
> perlahan-lahan menuju ke rumah anaknya untuk meminta makanan. Anak
> laki-laki itu yang melihat ibunya datang segera bersembunyi di dalam
> rumah. Ia diam saja di dalam rumah dan tidak mau keluar menemui ibunya, ia
> lalu menyuruh isterinya keluar untuk menemui ibunya.
>
> Di depan pintu rumah, ibu tua itu berkata kepada menantu perempuannya,
> bahwa ia amat lapar dan membutuhkan makanan. Menantunya tanpa berkata
> sepatah katapun lalu masuk ke dalam rumah dan membawa sebuah keranjang,
> lalu diberikannya kepada mertuanya, yang berisi dua liter gandum.
> Tetapi ibu mertua yang sedang kelaparan itu, tentu saja tidak dapat
> memakan gandum yang belum dimasak itu. Ia harus memasaknya terlebih
> dahulu, dan membutuhkan waktu yang cukup lama sampai gandum itu matang dan
> dapat dimakan. Sedangkan ia sudah amat lapar, dan membutuhkan makanan yang
> sudah matang supaya dapat segera dimakan untuk menghilangkan rasa
> laparnya.
>
> Ibu tua itu menerima keranjang yang berisi gandum itu dengan perasaan
> sedih, ia tidak bahagia. Ia menghadapi kenyataan yang pahit, ia hanya
> menerima dua liter gandum, pemberian dari anak laki-lakinya yang amat
> sangat dikasihinya. Anak laki-lakinya itu tidak mau keluar menemuinya
> ketika ia datang, hatinya amat kecewa dan sedih sekali.
>
> Diceritakan, ibu tua itu lalu mengucapkan syair ketika ia menerima gandum
> itu, "Saya datang ke depan pintu rumah anakku karena saya amat
> lapar dan hampir mati Tetapi saya hanya memperoleh dua liter gandum
> Saya ragu-ragu, apakah saya harus menerimanya atau tidak Oh
> anakku sayang apakah saya pernah menakar air susuku ketika
> menyusuimu?"
>
> Cerita selanjutnya : ternyata menantunya itu amat marah mendengar
> kata-katanya. Ia merasa kata-kata itu ditujukan untuk dirinya. Dengan
> marah ia lalu berkata : "Hai nenek tua, ibuku sendiri yang telah
> membesarkanku, dan tidak akan membiarkan aku menderita sedikitpun, tidak
> ribut ketika ia datang, dan hanya kami berikan seliter gandum. Kami kan
> sudah memberikanmu dua liter gandum, tetapi kamu malah berkata-kata
> seperti itu. Sudahlah nenek tua, pergilah dari tempat ini sekarang juga!"
> Anak laki-laki itu tidak berusaha meredakan pertentangan antara ibu dan
> isterinya, ia hanya diam saja.
>
> Tetapi sejak saat itu setelah mendengar puisi yang diucapkan si ibu tua,
> orang-orang menjadi merasa ngeri dan takut apabila sudah tua nanti, akan
> menghadapi keadaan seperti yang dialami oleh ibu tua itu.
>
> Cerita ini menekankan tentang kewajiban seorang anak untuk merawat ayah
> dan ibunya yang sudah tua, seperti ayah dan ibu merawat anaknya dengan
> penuh kasih yang tanpa batas ketika mereka masih kecil. Jadi seorang anak
> harus berbakti dengan merawat orangtua mereka, dengan penuh hormat dan
> dengan cinta kasih yang tulus ikhlas.
>
> diceritakan masalah tentang hubungan cinta dan tidak cinta antara orangtua
> dengan anak-anaknya. Ada beberapa negara di dunia ini tidak mempunyai
> cerita-cerita rakyat yang berkenaan dengan penggambaran hubungan cinta
> kasih antara orangtua dengan anak-anaknya. Dan mereka hanya menekankan
> tentang cinta kasih kepada semua orang, yang tentu saja termasuk orangtua
> mereka juga. Banyak sekali orang yang menangis ketika mendengar dan
> membaca puisi dan cerita-cerita yang menggambarkan tentang hubungan cinta
> kasih antara orangtua dengan anak.
>
> Ada satu cerita berasal dari sebuah puisi yang amat terkenal di Srilanka.
> Puisi yang asli terdiri dari empat bait, yang dapat mengubah seseorang
> menjadi penuh belas kasih. Ceritanya sebagai berikut : Pada suatu ketika,
> hiduplah seorang ibu yang membesarkan anak laki-lakinya. Dengan melalui
> berbagai penderitaan akhirnya ibu tua itu berhasil menghantarkan anak
> laki-lakinya mencapai kehidupan yang sukses. Anak laki-laki itu lalu
> menikah dan mempunyai rumah sendiri. Setelah ia berkeluarga dan mempunyai
> kehidupan yang cukup baik, tetapi ia tidak pernah menengok kepada kedua
> orangtuanya yang sudah tua itu. Ayah dan ibu tua itu sudah lama amat
> menderita, mereka tidak mempunyai makanan dan pakaian yang cukup.
> Pada suatu hari karena mereka sudah amat kelaparan, tidak mempunyai lagi
> makanan yang dapat dimakan, ibu tua itu merasa ia dapat meminta
> pertolongan dari anaknya. Dengan badan yang sudah membungkuk, ia berjalan
> perlahan-lahan menuju ke rumah anaknya untuk meminta makanan. Anak
> laki-laki itu yang melihat ibunya datang segera bersembunyi di dalam
> rumah. Ia diam saja di dalam rumah dan tidak mau keluar menemui ibunya, ia
> lalu menyuruh isterinya keluar untuk menemui ibunya.
>
> Di depan pintu rumah, ibu tua itu berkata kepada menantu perempuannya,
> bahwa ia amat lapar dan membutuhkan makanan. Menantunya tanpa berkata
> sepatah katapun lalu masuk ke dalam rumah dan membawa sebuah keranjang,
> lalu diberikannya kepada mertuanya, yang berisi dua liter gandum.
> Tetapi ibu mertua yang sedang kelaparan itu, tentu saja tidak dapat
> memakan gandum yang belum dimasak itu. Ia harus memasaknya terlebih
> dahulu, dan membutuhkan waktu yang cukup lama sampai gandum itu matang dan
> dapat dimakan. Sedangkan ia sudah amat lapar, dan membutuhkan makanan yang
> sudah matang supaya dapat segera dimakan untuk menghilangkan rasa
> laparnya.
>
> Ibu tua itu menerima keranjang yang berisi gandum itu dengan perasaan
> sedih, ia tidak bahagia. Ia menghadapi kenyataan yang pahit, ia hanya
> menerima dua liter gandum, pemberian dari anak laki-lakinya yang amat
> sangat dikasihinya. Anak laki-lakinya itu tidak mau keluar menemuinya
> ketika ia datang, hatinya amat kecewa dan sedih sekali.
>
> Diceritakan, ibu tua itu lalu mengucapkan syair ketika ia menerima gandum
> itu, "Saya datang ke depan pintu rumah anakku karena saya amat
> lapar dan hampir mati Tetapi saya hanya memperoleh dua liter gandum
> Saya ragu-ragu, apakah saya harus menerimanya atau tidak Oh
> anakku sayang apakah saya pernah menakar air susuku ketika
> menyusuimu?"
>
> Cerita selanjutnya : ternyata menantunya itu amat marah mendengar
> kata-katanya. Ia merasa kata-kata itu ditujukan untuk dirinya. Dengan
> marah ia lalu berkata : "Hai nenek tua, ibuku sendiri yang telah
> membesarkanku, dan tidak akan membiarkan aku menderita sedikitpun, tidak
> ribut ketika ia datang, dan hanya kami berikan seliter gandum. Kami kan
> sudah memberikanmu dua liter gandum, tetapi kamu malah berkata-kata
> seperti itu. Sudahlah nenek tua, pergilah dari tempat ini sekarang juga!"
> Anak laki-laki itu tidak berusaha meredakan pertentangan antara ibu dan
> isterinya, ia hanya diam saja.
>
> Tetapi sejak saat itu setelah mendengar puisi yang diucapkan si ibu tua,
> orang-orang menjadi merasa ngeri dan takut apabila sudah tua nanti, akan
> menghadapi keadaan seperti yang dialami oleh ibu tua itu.
>
> Cerita ini menekankan tentang kewajiban seorang anak untuk merawat ayah
> dan ibunya yang sudah tua, seperti ayah dan ibu merawat anaknya dengan
> penuh kasih yang tanpa batas ketika mereka masih kecil. Jadi seorang anak
> harus berbakti dengan merawat orangtua mereka, dengan penuh hormat dan
> dengan cinta kasih yang tulus ikhlas.
>
Berlangganan Postingan [Atom]
