10/26/2009

 

Suatu Hal Tak Mungkin Kembali

Seorang gadis muda menunggu penerbangannya di ruang tunggu sebuah bandara yang super sibuk

Karena harus menunggu berjam-jam, dia memutuskan membeli sebuah buku untuk menghabiskan waktunya. Dia juga membeli sebungkus kue

Dia duduk di kursi bersandaran tangan, di ruang VIP bandara, untuk istirahat dan membaca dengan tenang

Di sisi sandaran tangan di mana kue terletak, seorang laki-laki duduk di kursi sebelah, membuka majalah dan mulai membaca

Ketika ia mengambil kue pertama, laki-laki itu juga turut mengambil. Si gadis merasa gemas tapi tidak berkata apa-apa. Dia hanya berpikir:
“Lancang benar! Bila saya nggak sabaran sudah kugebuk dia untuk kenekatannya!”


Untuk setiap kue yang dia ambil, laki-laki itu turut mengambil satu.
Ini sangatlah membuatnya marah namun si gadis tak ingin sampai timbul kegaduhan di ruang itu

Ketika tinggal satu kue yang tersisa si gadis mulai berpikir:
“Aha…bakal ngapain sekarang orang yang nggak sopan ini?”
Lalu, laki-laki itu mengambil kue yang tersisa, membaginya dua, lalu memberikan yang separuh padanya.

Benar-benar keterlaluan!
Si gadis benar-benar marah besar sekarang!
Dalam kemarahannya, dia mengakhiri baca bukunya, dikemasnya barangnya lalu bergegas ke tempat boarding

Ketika sudah duduk di seat-nya, di dalam pesawat, dia merogoh tasnya untuk mengambil kacamata, dan…., dia sontak terkejut, sebungkus kuenya masih ada di dalam tas, tak tersentuh, tak terbuka!

Dia merasa sangat malu!! Dia sadar telah keliru…
Dia lupa kalau kuenya masih tersimpan di dalam tas.

Laki-laki tadi telah berbagi kue dengannya, tanpa merasa marah atau sengit

ketika si gadis amat marah, berpikir bahwa ia telah berbagi kue dengan laki-laki itu.
Dan kini tidak ada lagi kesempatan untuk menerangkan kelalaiannya..,juga untuk meminta maaf



Kesimpulan dari kisah ini…

Ada 4 hal yang tak dapat kembali..

1. Batu …setelah Kita lontarkan!!

2. Kesempatan…Yang Telah hilang!

3. Kata… Setelah Kita diucapkan!

4. Waktu Kita…Setelah berlalu!

Renungkannlah
Adakah kita ucapkan
Hai disana engkau Baik – Baik saja

pernakah seseorang mengatakan seberapa spesialnya dirimu?Cahaya yang engkau pancarkan bahkan serupa dengan cahya bintang.

Pernakah orang mengatakan pada dirimu betapa pentingnya dirimu mengembangkan rumangsanya.

Pernahkah Seseorang di sana menungging senyum di hati. Tandanya sayang yang begitu nyata.

Pernakah seseorang mengatakan padamu bahwa seringkali ketika mereka merasa sedih e-mail-mu membuatnya sedikit tersenyum, sebagai tandanya ia senang.

Perlu Kita Ingat
Untuk waktu yang kita gunakan mengirim pesan dan berbagi apa saja yang engkau temukan, tak perlu ada ucapan balik” terimakasih” yang ditunggu, tapi setidaknya seseorang akan berpikir, mmm.. engkau sedang baik-baik saja.


Pernakah seseorang mengatakan seberapa sukanya ia padamu? Baiklah temanku yang baik, hari ini aku mau bilang padamu.

Bahwa aku percaya tanpa teman dan keluarga engkau aku akan kehilangan banyak hal!!!

Dengan membaca tulisan ini Semoga hari2 kita menyenangkan, dan semua orang senang dengan kita untuk menjadi teman!!!

Komentar: Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]





<< Beranda

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]