10/09/2007
TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM,
Assalamu'alaikum wr.wb.
Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu
Akbar...
TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM,
Sehubungan dengan seminggu akan
berakhirnya bulan Ramadhan Tahun ini
Mutiarawan nan Manis Mempesona
mengucapkan Selamat merayakan Idul Fitri 1428 H. Mohon Maaf Lahir dan
Batin. Apabila selama di ini ada kata-
kata atau tulisan saya yang tidak
berkenan dihati temen-teman dengan
rendah hati Saya mohon Maaf yang
sebesar besarnya dan semoga Amalan
Ibadah teman-teman selama bulan
Ramadhan dan diterima Allah SWT.amin
Mari kita sama-sama percaya bahwa kita
semua adalah mahluk yang bukan saja
mampu bersyukur dan berterima kasih
dengan baik, tapi juga mahluk yang
dapat memaafkan dengan baik.
KEPADA
SEMUA TEMAN-TEMAN BAIKKU YG AKAN MUDIK
KE KAMPUNG HALAMAN HATI2 DI JALAN
SELAMAT MERAYAKAN IDUL FITRI THN 1428
H. BERSAMA KELUARGA ISNYAH ALLAH, MINAL
AIDIN WALFAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN
BATIN,
Takbir bergema...
Kutahan air mata
Meski raga layu dan merapuh
Tekadku tetap menghadang badai
Sekian lama jiwaku pekat
terpenuhi segala kedustaan dan kebencian
selalu kututup rongga yang terbuka
kemunafikan di otakku
selalu benci dan benci
Bulan dan bintang mengiringiku
menghantarkan air mata
dengan segala ketakutan dan kekhilafan
membencimu, membenci kalian
Satu titik telah menetes
nafasku semakin tersekat
waktu terus mempermainkanku
mengujiku hingga aku bosan dan memaki
Kenapa aku?
kenapa aku yang harus membenci mereka?
kenapa bukan mereka yang membenciku?
Sejuta kebencianku dibalas dengan kasih
sayang
ketulusan menanti penyesalan dariku
raga penuh kebencian
Mama, Papa
mencintaimu lebih dari sekadar kata-
kata indah
air mataku hanya untuk kalian
sejuta penyesalan aku bawa yang pasti
kalian terima
ketulusan dan keikhlasanmu akan kubalas
bersimpuh di kaki hingga seribu tahun
Mama, Papa
maafkan aku....
basuh aku dengan kasih sayangmu
air mataku hanya untuk kalian.
Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu
Akbar...
Gema takbir masih berkumandang, sholat
Id sudah selesai. Satu sama lain saling
bersalaman untuk saling memaafkan
(meskipun belum saling kenal). Lalu,
pulang ke rumah masing-masing untuk
menyantap ketupat. Sesampai di rumah
ada beberapa yang melakukan kegiatan
sesuai dengan tradisi mereka; anak
sembah sujud pada orang tua sambil
mencucurkan air mata, beberapa cuma
saling bersalaman, sanak saudara
berkunjung, saling berpelukan dan
bermaafan, dan sebagainya.
Wassalam
Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu
Akbar...
TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM,
Sehubungan dengan seminggu akan
berakhirnya bulan Ramadhan Tahun ini
Mutiarawan nan Manis Mempesona
mengucapkan Selamat merayakan Idul Fitri 1428 H. Mohon Maaf Lahir dan
Batin. Apabila selama di ini ada kata-
kata atau tulisan saya yang tidak
berkenan dihati temen-teman dengan
rendah hati Saya mohon Maaf yang
sebesar besarnya dan semoga Amalan
Ibadah teman-teman selama bulan
Ramadhan dan diterima Allah SWT.amin
Mari kita sama-sama percaya bahwa kita
semua adalah mahluk yang bukan saja
mampu bersyukur dan berterima kasih
dengan baik, tapi juga mahluk yang
dapat memaafkan dengan baik.
KEPADA
SEMUA TEMAN-TEMAN BAIKKU YG AKAN MUDIK
KE KAMPUNG HALAMAN HATI2 DI JALAN
SELAMAT MERAYAKAN IDUL FITRI THN 1428
H. BERSAMA KELUARGA ISNYAH ALLAH, MINAL
AIDIN WALFAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN
BATIN,
Takbir bergema...
Kutahan air mata
Meski raga layu dan merapuh
Tekadku tetap menghadang badai
Sekian lama jiwaku pekat
terpenuhi segala kedustaan dan kebencian
selalu kututup rongga yang terbuka
kemunafikan di otakku
selalu benci dan benci
Bulan dan bintang mengiringiku
menghantarkan air mata
dengan segala ketakutan dan kekhilafan
membencimu, membenci kalian
Satu titik telah menetes
nafasku semakin tersekat
waktu terus mempermainkanku
mengujiku hingga aku bosan dan memaki
Kenapa aku?
kenapa aku yang harus membenci mereka?
kenapa bukan mereka yang membenciku?
Sejuta kebencianku dibalas dengan kasih
sayang
ketulusan menanti penyesalan dariku
raga penuh kebencian
Mama, Papa
mencintaimu lebih dari sekadar kata-
kata indah
air mataku hanya untuk kalian
sejuta penyesalan aku bawa yang pasti
kalian terima
ketulusan dan keikhlasanmu akan kubalas
bersimpuh di kaki hingga seribu tahun
Mama, Papa
maafkan aku....
basuh aku dengan kasih sayangmu
air mataku hanya untuk kalian.
Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu
Akbar...
Gema takbir masih berkumandang, sholat
Id sudah selesai. Satu sama lain saling
bersalaman untuk saling memaafkan
(meskipun belum saling kenal). Lalu,
pulang ke rumah masing-masing untuk
menyantap ketupat. Sesampai di rumah
ada beberapa yang melakukan kegiatan
sesuai dengan tradisi mereka; anak
sembah sujud pada orang tua sambil
mencucurkan air mata, beberapa cuma
saling bersalaman, sanak saudara
berkunjung, saling berpelukan dan
bermaafan, dan sebagainya.
Wassalam
Berlangganan Postingan [Atom]
